basa basi

gerakan bisu

Sabtu, 14 Mei 2011

sifat laporan keuangan

SIFAT LAPORAN KEUANGAN

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita didalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

  • Neraca, adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.

Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.

Sebagaimana yang telah diketahui untuk tujuan tertentu akuntansi dapat dibagi dua yaiu :

  • Akuntansi Keuangan

Yaitu memberikan informasi yang bersifat baku, terstandar dan bertujuan umum. Format informasinya sudah memiliki pola yang ditetapkan lembaga resmi yang berhak menyusun standar pelaporan akuntansi.

  • Akuntansi Manajemen

Yaitu memberikan informasi yang seluas-luasnya bagi manajer sesuai dengan kebutuhannya. Akuntansi manajemen tidak terikat dengan prinsip penyusunan baku, ia bebas memilih format dan kebijaksanaan sendiri karena memang laporan ini tidak untuk konsumsi umum.

Perbedaan antara Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen

Akuntansi Keuangan

  1. Laporannya ditekankan pada kebutuhan pihak luar
  2. Laporannya mencakup seluruh organisasi
  3. Memiliki standar penyusunan yang baku
  4. Mencatat data historis
  5. Akurasinya amat tinggi
  6. Diatur dan dilindungi Undang-undang

Akuntansi Manajemen

  1. Laporannya digunakan oleh pihak intern (manajemen)
  2. Laporannya biasanya menyangkut unit dalam organisasi lebih rinci
  3. Tidak memiliki standar penyusunan yang baku
  4. Bias historis, bias prediksi atau standar
  5. Yang penting relevansi pada kebutuhan pemakai
  6. Tidak tunduk pada Undang-undang

Tujuan Akuntansi atau Laporan Keuangan

Tujuan akuntansi atau laporan keuangan menurut berbagai sumber dapat dilihat sebagai berikut ini :

Prinsip Akuntansi Indonesia (1984) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan itu adalah

  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
  4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi
  5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubyngan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

APB Statement No 4 (AICPA), menggambarkan tujuan laporan keuangan menjadi dua yaitu :

  • Tujuan umum

Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima.

  • Tujuan khusus

Memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih, proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban, serta informasi lainnyab yang relevan.

Trueblood Committee merumuskan tujuan utama laporan keuangan sebagai berikut ; “ memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.”

A Statement Of Basic Accounting Theory merumuskan empat tujuan akuntansi yaitu ;

  1. Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan
  2. Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber daya manusia dan factor produksi lainnya
  3. Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap kekayaan
  4. Membantu fungsi dan pengawasan sosial.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK, 5), laporan keuangan adalah “menyediakan informasi yang menyangkut posisi keungan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”

Postulat, Konsep, Prinsip, dan Teknik Akuntansi

Pospulat

Pospulat akuntansi dalam gambar di atas merupakan elemen dalam struktur teori akuntansi. Pengertian pospulat dalam konteks ini adalah :

“Pernyataan yang dapat membuktikan sendiri kebenarannya atau disebut juga aksioma yang sudah diterima, karena kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik sosiologis, dan hokum dari suatu lingkungan (masyarakat) di mana akuntansi beroperasi.”

Konsep Akuntansi

Konsep teoretis sebagai elemen dalam teori akuntansi adalah :

“Pernyataan yang dapat membuktikan sendiri kebenarannya atau disebut juga aksioma yang sudah diterima, karena kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang berperan dalam ekonomi pasar yang ditandai dengan adanya pengakuan hak pribadi.”

Prinsip Akuntansi

Prinsip akuntansi yang merupakan elemen struktur teori akuntansi adalah :

“peraturan umum yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangana atau konsep teoretis akuntansi yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik akuntansi.”

Teknik Akuntansi

Teknik akuntansi sebagai unsure terakhir dalam struktur elemen dasar dari akuntansi adalah :

“Peraturan khusus yang dijabarkan dari prinsip akuntansi yang mengatur bagaimana perlakuan terhadap transaksi atau kejadian tertentu yang dialami suatu lembaga.”

Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip Dasar Menurut APB Statement No. 4

Prinsip-prinsip ini mendasari setiap sifat dan cirri laporan keuangan dan output akuntansi lainnya sebagai berikut :

  1. Accounting entity
  2. Going concern
  3. Measurement
  4. Time period
  5. Monetary unit
  6. Accrual
  7. Exchange price
  8. Approximation
  9. Judgment
  10. General purpose
  11. Interrelated statement
  12. Substance over form
  13. Materiality

Prinsip dasar akuntansi menurut SAK

Prinsip akuntansi Indonesia 1984 membuat sifat dasar atau konsep dasar akuntansi antara lain :

  1. Kesatuan akuntansi;
  2. Kesinambungan;
  3. Periode akuntansi;
  4. Pengukuran dalam nilai uang;
  5. Harga pertukaran;
  6. Penetapan beban dan pendapatan.

Kualitas Laporan

ASOBAT

A Statement Of Basic Accounting Theory (ASOBAT) merekomendasikan pedoman dalam pelaporan akuntansi antara lain :

  • Tetap bagi harapan mereka;
  • Mengungkapkan hubungan 9keuangan dan kegiatan) yang dianggap penting;
  • Memasukkan informasi dalam lingkungan perusahaan (di mana data diperoleh dan ke mana disampaikan);
  • Menggunakan keseragaman di antara berbagai perusahaan;
  • Konsistensi praktik sepanjang waktu.

FASB

FASB melalui Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No.2 mengemukakan hierarki kualitas laporan keuangan antara lain :

  • Manfaat pembuatan informasi harus lebih besar dari pada biaya untuk menyusunnya;
  • Informasi itu harus dapat dipahami;
  • Informasi harus berguna bagi proses pengambilan keputusan;
  • Supaya berguna maka informasi harus relevan;
  • Dapat diyakini kebenarannya;
  • Harus dapat digunakan untuk tujuan prediksi;
  • Harus mampu memberikan data umpan balik;
  • Informasi harus tepat waktu;
  • Dapat diperiksa kebenarannya;
  • Penyajiannya benar;
  • Konsistensi dan dapat diperbandingkan;
  • Netral diatas berbagai kepentingan berbagai pemakai laporan;
  • Hanya memuat hal-hal yang material.

Disamping sifat-sifat tersebut sebenarnya para penulis lainnya ada lagi mengemukakan sifat-sifat lain yang terkandung dalam akuntansi keuangan seperti berikut ini :

ü Laporan historis

Laporan keuangan pada hakikatnya mencatat informasi yang sudah terjadi. Tidak mencatat transaksi yang akan terjadi.

ü Classification

Informasi melalui laporan keuangan diklasifikasikan sesuai dengan kepentingan pemilik, kreditor dan pemakai lainnya.

ü Summarization

Transaksi dan kejadian-kejadian yang sama dalam perusahaan dikelompokkan dan diikhtisarkan menurut metode tertentu sesuai pola yang sudah mapan dalam akuntansi.

ü Measurement Basis

Dasar pengukuran yang digunakan dalam akuntansi ada bermacam-macam seperti Cost, Market, locom (Lower of Cost in Market), Net Realizable Value, Discounted Value, Replacement Cost, dan lain-lain.

ü Verifiability

Setiap informasi dalam laporan keuangan harus dapat dibuktikan melalui bukti-bukti yang sah.

ü Conservatism

Perusahaan biasanya memiliki kejadian-kejadian yang tidak pasti atau yang belum terjadi. Dalam keadaan seperti ini laporan keuangan memilih angka yang kurang menguntungkan. Laporan keuangan memilih dan menilai asset dan pendapatan yang paling minimal.

ü Technical terminology

Banyak istilah yang digunakan dalam laporan keuangan merupakan istilah teknis akuntansi yang dimilikinya dan punya pengertian dibidangnya yang berlaku khusus untuk akuntansi berbeda dengan umum yang harus dipahami oleh pembaca.

ü Audience

Pemakai laporan keuangan dianggap sebagai dunia bisnis dan mereka yang sudah dianggap tahu istilah akuntansi dan bisnis.

Hubungan Dengan Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan kegiatan menganalisis laporan keuangan yang lahir dari suatu konsep dan system akuntansi keuangan. Dengan memahami sifat dan konsep akuntansi keuangan, kita akanlebih mengenal sifat dan konsep akuntansi keuangan sehingga kita dapat menjaga kemungkinan salah taksir terhadap informasi yang diberikan serta saat mengenal lebih dalam sifat-sifat dari laporan yang disajikan melalui laporan keuangan itu sehingga kesimpulan kita lebih akurat.

Kelemahan Analisis Laporan Keuangan

  1. Analisis laporan keunagan di dasarkan pada laporan keuangan, oleh Karenanya kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat agar kesimpulan dari analisis itu tidak salah,
  2. Objek analisis laporan keuangan hanya laporan keuangan. Untuk menilai suatu perusahaan tidak cukup hanya dari angka-angkaa laporan keuangan.kiata harus melihat aspek lainnya seperti tujuan perusahaan situasi ekonomi, situasi industry, gaya manajemen, budaya perusahaan, dan budaya masyarakat,
  3. Objek analisis adalah historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bias berbeda dengan kondisi masa depan,
  4. Jika kita melakukan perbandingan dengan perusahaan lain maka perlu melihat beberapa perbedaan prinsip yang bias menjadi penyebab perbedaan angka misalnya :
  1. Prinsip akuntansi;
  2. Jenis industry;
  3. Periode laporan;
  1. Laporan individual atau Konsolidasi;
  2. Jenis perusahaan aspek profit motive atau nonprofit motive.
  1. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil konversi mata uang asing perlu mendapatkan perhatian tersendiri karena perbedaan bias saja timbul karena masalah kurs konversi atau metode konsolidasi,
  2. Kelemahan analisis ratio.

Tehnik analisis rasio merupakan sebagian dari konsep analisis laporan keuangan. Tehnik analisis rasio memiliki kelelmahan sebagai berikut :

  1. Rasio itu diambil dari data akuntansi yang juga memiliki sifat-sifat tersendiri yang harus diketahui, dan memerlukan tafsiran tersendiri. Dan bukan tidak mungkin data akuntansi itu sendiri mengandung data manipulasi atau kesalahan-kesalahan lainnya. Perbedaan-perbedaan yang sama-sama boleh dalam akuntansi misalnya perbedaan metode penyusutan akan memberikan data keuangan yang berbeda, penilaian persediaan, periode akuntansi, dan lain-lain.

Kalau kita ingin menganalisis 2 perusahaan yang berbeda dan ingin membandingkannya, kita harus melakukan :

  1. Analisis tentang prinsip akuntansi yang dianut;
  2. Penyesuaian (rekonsilia) atas hal-hal yang berbeda.
  1. Dalam menilai suatu rasio baik atau buruk, analis harus hati-hati. Turn over yang tinggi belum tentu baik. Mungkin perusahaan melakukan obral besar-besaran dan cendrung mau bangkrut atau mungkin jenis perusahaannya berbeda. Rasio Turn Over untuk perusahaan supermarket berbeda sekali dengan perusahaan dealer mobil mewah misalnya.
  2. Membandingkan dengan “Industrial ratio” (yang belum ada di Indonesia)harus hati-hati. karena banyak trik-trik yang digunakan manajemen untuk memperbaiki rasio.
  3. Harus juga disadari bahwa laporan keuangan yang dianalisis tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya.
  4. Hati-hati terhadap kemungkinan adanya window dressing, income smoothing, atau laporan konsolidasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar